Sudah Kepung 16 Jam Ponpes Shiddiqiyyah, Polisi Belum Tangkap Pelaku Pencabulan Santri : Okezone Nasional

  • 3 years ago
  • 1


JOMBANG – Pihak kepolisian terus melakukan pencarian pelaku pencabulan santriwati, Moch. Subchi Azal Tsani (MSAT) di dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Jombang, Jawa Timur.

Diketahui, polisi mengepung pesantren tersebut sejak pukul 07.00 WIB, namun hingga saat ini pukul 23.00 WIB kepolisian dari Polres Jombang, Polda Jawa Timur, dan Brimob belum membuahkan hasil menangkap anak dari pimpinan ponpes tersebut.



 BACA JUGA: Kasus Cabul Anak Kiai, Banyak Ruangan Rahasia di Ponpes Shiddiqiyah

Aparat kepolisian pun masih terlihat berjaga di sekitar area pintu masuk Ponpes Shiddiqiyyah Jombang. Aparat berseragam dengan tameng dan senjata gas air mata tetap disiagakan. Tak ketinggalan beberapa petugas yang mengenakan pakaian preman juga masih berada di lokasi.

Lalu lintas jalan Raya Ploso – Babat, yang menghubungkan kedua kabupaten yakni Jombang dan Lamongan pun telah bisa dilalui warga kendati dijaga ketat aparat kepolisian.

“Kita masih berproses mencari tersangka dan sementara kita masih fokus di lingkungan Ploso ini (Ponpes Shiddiqiyyah),” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Dirmanto.

 BACA JUGA:Bechi Anak Kiai Cabul Belum Tertangkap, Polisi Masih Kepung Ponpes Shiddiqiyyah hingga Malam


Tercatat, sejak pagi ratusan petugas mengepung Ponpes Shiddiqiyyah di Jalan Raya Ploso – Babat. Aksi pengepungan ini juga mengerahkan water canon dan 15 truk di lokasi.

Belasan truk itu keluar masuk membawa simpatisan yang menyerang dan menghalang-halangi petugas untuk mengamankan Mas Bechi. Bahkan arus lalu lintas di sekitar lokasi ditutup dan dialihkan ke kawasan lain.

Total simpatisan yang diamankan 320 orang. 20 Di antaranya anak-anak. Mereka berasal dari luar kota. Yakni Malang, Banyuwangi,Semarang, juga dari Jogja bahkan ada yang berasal dari Lampung.



Source link

Join The Discussion

Compare listings

Compare
WeCreativez WhatsApp Support
Coba tanyakan disini
👋Halo, apa yang bisa kami bantu