SELAMA 50 tahun terakhir, mandi bola telah menjadi hiburan masa kecil bagi jutaan anak di seluruh dunia.
Di taman hiburan, pasar malam atau di dalam gerai McDonald’s, semua kolam mandi bola di dunia dapat ditelusuri kembali pada satu orang: pria Inggris bernama Eric McMillan.
Mengutip BBC News Indonesia, McMillan bangkit dari masa kecil yang keras, dan tak berhenti bekerja hingga menjadi perancang permainan anak-anak terkemuka di dunia. Visinya memadukan warna, tekstil, dan latihan fisik, menyatu dalam ruang yang membentuk jutaan kenangan masa kecil.
Mandi bola berasal dari kisah yang unik. McMillan dan timnya punya ide membuat kolam bola di San Diego lebih dari 40 tahun yang lalu. Inspirasinya muncul setelah melihat wadah bawang acar di dapur.
“Ada sebotol bawang, dan kami semacam mengatakan: ‘Wow, bagaimana kalau Anda bisa merangkak melalui itu?’ Dan kemudian, aha, kami memutuskan untuk mencobanya,” katanya.
Kolam mandi bola pertama diisi dengan 40.000 bola, dibuka segera setelah pencerahan itu. “Orang-orang tergila-gila. Terima kasih Tuhan untuk bawang itu.”
‘Bapak permainan ringan’
Kadang-kadang disebut sebagai “bapak permainan ringan”, McMillan pindah ke Kanada pada tahun 1970-an, kemudian menemukan hal-hal seperti kolam mandi bola untuk berbagai klien di sana.
Salah satunya adalah proyek urban besar baru bernama Ontario Place, kumpulan tempat seni futuristik di tepi pelabuhan yang bahkan memiliki tema sendiri.
Karya-karyanya telah berkembang di banyak negara, dari Kanada hingga Amerika Serikat dan Inggris. McMillan telah menjadi desainer pilihan untuk semua hal yang berkaitan dengan bermain.
“Bermain memecah semua jenis hambatan,” katanya. “Anak-anak, mereka jauh lebih terbuka. Anda benar-benar dapat mempengaruhi mereka. ”
Tetapi karier berkeliling dunia untuk mewujudkan impian anak-anak adalah sangat kontras dengan masa kecil McMillan di Manchester.
Saat kecil dia bermain di puing-puing bangunan yang dibom setelah Perang Dunia II, mengenakan kain gombal, dan ayahnya mendobrak masuk ke penjara di sebelah untuk mencari batu bara untuk menghangatkan musim dingin.
Dia juga merasa bukan “anak yang diinginkan” dan merasa kehidupan di rumahnya “cukup kejam” meskipun dia dianggap bayi ajaib. Dia dilahirkan selama pemboman Luftwaffe dan dianggap lahir mati, sampai bidan mencelupkannya dalam air panas dan dingin dan jantungnya mulai berdetak.
Tumbuh dewasa, keluar dari rumah menjadi penting karena ia merasa bermain sebagai “semacam obat”.
Tetapi sebagian besar anak-anak tidak ingin bermain dengannya. Dia bau, dan dari kelas pekerja, jadi dia sering bergaul di sekeliling “anak-anak yang paling kasar”.
Setelah berbagai liku-liku, bekerja sejak usia 15, masuk sembilan sekolah, berjuang melawan buta huruf, dia akhirnya mendapat tempat di sekolah perdagangan, setelah ia menggambar lukisan pohon yang berakhir di galeri lokal. Di gedung yang sama, ada sekolah seni.
Tiba-tiba, bocah jalanan yang tangguh itu berada di tengah “putra-putra birokrat dan bankir- semua jenis kelas atas. Bukan tipe orang yang akan berkenalan dengan saya”.
Tapi anak-anak seni itu akhirnya menjadi pelanggannya ketika dia mendapat pekerjaan sebagai pelayan, saat itu dia menabung untuk sepeda motor. “Ternyata mereka benar-benar orang baik”
McMillan berhasil mendapatkan hibah, dan kemudian mendapat tempat di sekolah seni. Tak terpikirkan sebelumnya, dia jadi salah satu anak-anak seni.
Namun, itu adalah benturan budaya yang parah.
“Saya berbicara dengan cara yang berbeda, dan ternyata saya bau karena saya memiliki kebiasaan toilet kelas pekerja.”
Yang lebih buruk, adalah bahwa ayahnya, yang terjebak dalam pekerjaan yang tidak ia sukai, seperti sinis dengan putranya. Sebab, putranya seperti telah terpilih untuk masuk ke kelas atas, sekolah seni yang langka. “Kami sering berantem,” katanya.
Baca Juga: Penting! Ternyata Saham dan Obligasi Bisa Jadi Agunan untuk Hadapi Masa Resesi yang Mengintai