JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan bahwa masyarakat bisa melaksanakan mudik pada Idul Fitri tahun 2022 ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi Covid-19 booster.
Kabid Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sonny Harry Harmadi menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki self assessment dan perlu terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Perilaku masyarakat sudah jauh lebih baik dengan memakai masker, pada 16-25 Februari 2022 lalu BPS melakukan survei kepada masyarakat di saat pandemi. Masyarakat patuh menggunakan masker itu di 85 persen, dari mereka yang 85 persen tersebut 91 persen karena kesadaran diri,” ujar Sonny Harmadi, Sabtu (26/3/2022) dalam diskusi polemik Trijaya yang mengangkat tema ‘Mudik, Booster dan Masker’.
Ia menyebutkan Di Februari 2022 kesadaran masyarakat menggunakan masker (skala 1-10) ada di angka 8,14. Maret 2022 ini kepatuhan di 8,28. Menurutnya masyarakat sudah sangat baik kesadaran menggunakan masker dan ditambah dengan angka vaksinasi Covid-19 sudah cukup tinggi.
Beberapa kementerian dan lembaga sedang membahas teknis pelaksanaannya. Dan pada libur Idul Fitri 2022 arus mudik diprediksi sekitar kurang lebih 80 juta orang menjadi perhatian dari pemerintah.
“Meskipun PPKM sudah diturunkan level nya dan kapasitas angkutan umum 100 persen, masyarakat tidak serta merta membanjiri tempat publik. Mereka memiliki self assessment. Apakah sebaiknya mereka pergi atau tidak dan melihat risikonya,” jelas Sonny Harmadi.
Baca juga: Update Covid-19 Hari Ini: 5.995.876 Orang Positif, 5.702.163 Sembuh dan 154.570 Meninggal
Ia menjelaskan, syarat vaksinasi booster bukan untuk melarang secara halus masyarakat yang hendak mudik lebaran melainkan untuk menggenjot angka booster yang masih baru di angka 8,7 persen.
Baca juga: Breaking News: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 4.189 Hari Ini