MENGENAL penyakit kista ovarium wajib diketahui masyarakat. Seperti diketahui, kista ovarium adalah kantung padat yang berisi cairan yang berada pada permukaan ovarium.
Kista ovarium biasanya akan hilang dalam waktu beberapa bulan, tetapi dapat menyebabkan komplikasi jika tidak hilang. Kista ini tumbuh pada salah satu atau kedua ovarium. Kista ovarium bersifat jinak dan sejumlah besar wanita menderita kelainan ini.
Dikutip dari buku Panduan Kesehatan Keluarga, dr. Miriam Stoppard, pada Selasa (15/8/2023) berikut penjelasan lengkap terkait kista ovarium.
Jenis Kista Ovarium
Berikut jenis kista ovarium meliputi:
1. Kista Fungsional
Kista fungsional adalah kista kecil (lebih tepatnya, folikel) yang muncul secara normal dalam siklus bulanan seorang wanita. Kista ini tumbuh dengan diameter 3-4 cm dan akan mengerut kembali ke ukuran normal dengan spontan. Kista ini juga biasanya ditemukan dalam skrining USG rutin.
2. Kista Dermoid
Kista dermoid adalah kista yang seringkali dijumpai dan kista ini jinak, hanya ditemukan pada wanita yang berusia 30-an. Kista dermoid biasanya dapat tumbuh pada kedua ovarium, tidak ada masalah pada kista ini kecuali jika kista bocor.
Gejala Kista Ovarium
Adapun gejala kista ovarium yang biasanya muncul meliputi:
- Nyeri saat senggama
- Haid terasa nyeri dan banyak
- Jika sebuah kista pecah, akan timbul nyeri perut berat, mual dan demam
- Gangguan saluran kemih akibat tekanan pada kandung kemih
Follow Berita Okezone di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.