JAKARTA – Debat ketiga Pemilu 2024 yang akan digelar pada 7 Januari 2024 sudah berlangsung dengan Tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik. Pada debat ketiga kali ini, selain memaparkan program-program unggulan terkait tema debat, juga terdapat momen saling bantah data antar kandidat calon presiden.
Wakil Deputi II Generasi Y dan Z Tim Pemenangan Nasional (TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD) atau Wakil Ketua Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud, Achyar Al Rasyid mengatakan bahwa debat kali ini merupakan yang paling seru, karena antar kandidat presiden saling bertukar narasi dan pandangannya serta ada juga yang terpancing emosinya.
“Dari seluruh rangkaian debat presiden-wakil presiden yang sudah berlangsung, mungkin debat kali ini merupakan yang paling seru bahkan ada kandidat yang terpancing emosinya serta dari pengamatan saya pada debat kali ini banyak sekali narasi dan gagasan yang keluar yang pastinya untuk Indonesia lebih baik,” ungkap Achyar Al Rasyid yang juga Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia 2022-2023 ini.
Menurut Achyar, pada debat kali ini Ganjar merupakan calon presiden (capres) yang paling berhasil mendeliver narasi dan gagasannya sesuai dengan tema debat dan seluruh argumentasi yang dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo itu mempunyai data-data yang valid, bahkan tidak bisa dibantah calon lain.
“Jika kita objektof maka hanya Pak Ganjar yang memaparkan data-data valid khususnya tentang pertahanan kita yang bersumber dari lembaga think thank pertahanan seperti Lowy Institute dan itu tidak bisa dibantah oleh Prabowo yang juga merupakan Menteri Pertahanan Republik Indonesia,” ungkap Achyar Al Rasyid yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama, Cirebon.
“Kemudian Pak Ganjar juga menyampaikan seluruh poin-poin penting yang akan dilakukannya ketika menjadi presiden seperti : redefinisi politik bebas aktif sesuai kondisi kekinian, akan merangcang pertahanan 5.0 dengan teknologi sakti dengan rudal hyper sonic, senjata cyber, sensor quantum, dan sistem senjata otonom harus didukung dengan anggaran 1-2% PDB, dan juga optimalisasi industri pertahanan Dalam negeri ada PT Pindar, PT LEN, PT PAL dan kita harus berdaulat dalam ekonomi pertahanan agar kita tidak lagi membeli senjata bekas,” sambungnya.
Follow Berita Okezone di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya