PERNAHKAH Anda memegang es batu tapi malah merasa kulit seperti terbakar? Wajarnya, ketika kita memegang es maka tangan kita akan terasa dingin, tapi kenapa ketika es terlalu dingin malah terasa panas.
Melansir dari News18, kuncinya ada pada neuron dan dasar perpindahan panas. Diketahui, tubuh kita hanya aktif karena perhubungan neuron yang sangat rumit bekerja untuk membawa fisik ke istilah ‘rasa’.
Selain itu, tubuh kita, untuk memelihara kehidupan, berfungsi pada suhu optimal. Itu bertahan pada titik yang sangat seimbang antara panas dan dingin. Saat memegang es batu, terjadi perpindahan panas yang tak terelakkan.
Panas, sebagai energi, berpindah dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah. Ini menyebabkan jari-jari kehilangan panas ke balok es yang memiliki sifat dapat membekukan.
Neuron mendeteksi transfer ini segera setelah itu terjadi. Ini mengarahkan organ lain untuk berperilaku sesuai dengan fenomena asing ini. Akibatnya, tubuh memperlambat sirkulasi darah di area yang menyentuh es tersebut.
Perlambatan menyebabkan ketidaknyamanan pada bagian tubuh tersebut, meskipun prosesnya bermanfaat bagi tubuh karena mempertahankan suhu inti dengan menghilangkan hambatan apapun.
Follow Berita Okezone di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.