KOLOMBO – Mantan presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diperkirakan akan kembali ke negara itu dari Singapura, kata seorang anggota parlemen Sri Lanka.
Juru Bicara Kabinet Bandula Gunawardena mengatakan kepada wartawan pada Selasa (26/7/2022) bahwa Rajapaksa tidak bersembunyi tetapi tanggal kepulangannya tidak diketahui. Mantan pemimpin itu melarikan diri dari Sri Lanka setelah kerusuhan massal atas krisis ekonomi.
BACA JUGA: Kabur ke Singapura, Mantan Presiden Sri Lanka Terancam Ditangkap karena Tuduhan Pelanggaran HAM
Banyak pengunjuk rasa mengatakan dia salah menangani keuangan negara, yang menyebabkan melonjaknya harga barang-barang penting.
Rajapaksa meninggalkan Sri Lanka pada 13 Juli menuju Maladewa, sebelum menuju Singapura pada 14 Juli.
Dia mengajukan pengunduran dirinya tak lama setelah kedatangannya, yang secara resmi diterima oleh kabinet Sri Lanka pada 15 Juli.
BACA JUGA: Dominasi Keluarga Rajapaksa Selama 20 Tahun Runtuh Seiring Ambruknya Ekonomi Sri Lanka
Mantan presiden itu bepergian dengan istri dan dua pengawalnya. Ia tidak lagi memiliki kekebalan hukum sebagai kepala negara.
Singapura mengatakan presiden yang digulingkan itu tidak meminta suaka politik ketika dia tiba.
Rajapaksa awalnya diberikan visa 14 hari untuk tinggal di Singapura. Tapi sekarang visa itu telah diperpanjang 14 hari lagi, media lokal Singapura melaporkan pada Rabu (27/7/2022).