JAKARTA – Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan dosa masa lalu internal PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.
Dosa masa lalu itu dinilai masih berdampak pada kinerja keuangan produsen pesawat terbang pelat merah tersebut. Arya mengaku hingga saat ini cash flow PTDI masih terganggu.
Pernyataan Arya sekaligus merespons keputusan Dewan Direksi PTDI yang menunda membayar gaji karyawan pada bulan November 2023 secara full. Artinya, upah itu dicicil hingga Desember ini.
“Di sisi kasnya kan dia punya pengeluaran-pengeluaran lainnya, ini kan dari dosa-dosa lama lah,” ungkap Arya saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2023).
“PTDI itu kan kita tahu bahwa industri militer itu industri yang agak panjang. satu helikopter misalnya atau pesawat itu panjang penjualannya dan sebagainya panjang, jadi ada yang pendapatan mereka terhambat,” paparnya.