BEIJING – China akan terus berjuang melakukan reunifikasi secara damai dengan Taiwan meskipun harus menggunakan kekuatan militer.
“Kami akan terus berjuang menyatukan kembali Taiwan, namun kami tidak akan pernah berjanji meninggalkan penggunaan kekuatan karena kami punya pilihan mengambil semua tindakan yang diperlukan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Kamis, (23/3/2023).
Penggunaan kekuatan itu, sebut Wang, semata-mata diarahkan terhadap campur tangan kekuatan asing dan kelompok separatisme yang berupaya memerdekakan Taiwan.
“Penyebab utama ketegangan di Selat Taiwan saat ini berakar dari otoritas DPP (Partai Progresif Demokrat) yang meminta dukungan Amerika Serikat untuk kemerdekaan Taiwan sehingga beberapa pihak di AS memanfaatkan isu Taiwan untuk menahan (pengaruh) China,” ujar Wang, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Jika Amerika Serikat (AS) menginginkan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, Wang menyarankan AS agar mematuhi prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China-AS.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan China sangat mungkin memiliki kemampuan menyerang Taiwan pada 2027.
Dia menganggap Taipei juga telah memiliki kemampuan dalam membeli teknologi pertahanan dari AS.
Kongres AS telah menyetujui dana hibah darurat ke Taiwan sebesar USD2 miliar per tahun dari 2023 hingga 2027.
Follow Berita Okezone di Google News
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.