PASURUAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu helikopter untuk memadamkan api di Gunung Arjuno-Welirang. Penambahan helikopter ini agar mempercepat proses pemadaman yang telah terbakar mencapai 4.796 hektare.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, satu helikopter tambahan yang dikerahkan merupakan helikopter yang sebelumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung. Satu helikopter jenis Super Puma ini mulai aktif membantu proses pemadaman api dari udara dengan metode water bombing.
“Helikopter waterbombing ini kami alihkan dari TPA Sarimukti, Bandung, yang kebakarannya sudah tertangani. Kini, membantu pemadaman di Arjuno,” ujar Suharyanto, di Pos Penanganan Kebakaran Gunung Arjuno di Prigen, Pasuruan, Jumat (8/9/2023).
Menurutnya, satu helikopter tambahan ini memiliki kapasitas angkut air lebih besar yakni mencapai 4.000 liter air dalam satu ritnya, atau sekali ambil air. Tambahan satu helikopter ini juga diharapkan mampu mempercepat tambahan untuk proses pemadaman karhutla di Gunung Arjuno-Welirang.
“Helikopter ini rencananya akan dioperasikan selama seminggu ke depan,” kata mantan Pangdam V Brawijaya tahun 2021 – 2022 ini.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana operasional senilai Rp750 juta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Selain itu, peralatan alat pemadam api sederhana (apar), pakaian alat pelindung diri (APD), hingga pompa air untuk membantu pemadaman secara manual juga diserahkan ke Pemprov Jawa Timur.
“Waterbombing ini langkah terakhir karena biaya untuk mengoperasikan helikopter ini cukup mahal, sekitar Rp15 juta per satu jamnya,” ungkap dia.
Follow Berita Okezone di Google News
Sementara itu, satu unit helikopter BNPN lain berkapasitas 1.000 liter yang dioperasikan selama seminggu sejak Sabtu 2 September 2023. Sebanyak 105.000 liter air dengan 105 kali pemadaman teknik waterbombing sudah dilakukan hingga Kamis 6 September 2023.
Sebelumnya diberitakan, BNPB mengerahkan satu unit helikopter untuk proses pemadaman api di Gunung Arjuno. Pemadaman api melalui jalur udara sudah dilakukan sejak Jumat 1 September 2023. Pemadaman api juga melibatkan dua pilot dan tiga orang kru helikopter.
Helikopter jenis Super Puma ini mengambil air di kolam renang Kaliandra Resort yang ada di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Selama hampir sepekan beberapa titik telah disasar pemadaman api dari udara, mulai dari wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan, hingga di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gunung Arjuno sisi Kabupaten Malang terbakar sejak Sabtu dini hari 26 Agustus 2023. Titik api dilaporkan muncul pertama kali di Curah Sriti, Bukit Lincing, hingga Bukit Budug Asu, yang masuk Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, petugas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, polisi hutan, TNI polri, hingga dibantu relawan serta masyarakat sekitar hutan berjibaku memadamkan api. Titik api yang muncul berada di lereng perbukitan dengan kemiringan mencapai 60 – 70 derajat menyulitkan proses pemadaman.
Cuaca kering dan kencangnya angin juga membuat api kian meluas ke beberapa wilayah. Saat ini, ratusan titik api bermunculan di Gunung Arjuno baik dari sisi Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu, maupun Jombang.
Akibat kebakaran ini, untuk demi keselamatan dan memudahkan proses pemadaman api, sementara waktu empat posko pendakian yakni Tretes di Prigen, Kabupaten Pasuruan, jalur Tambaksari di Purwodadi, Pasuruan, serta jalur Sumber Brantas di Cangar, Kota Batu, dan terakhir melalui jalur Lawang, Kabupaten Malang.
Gunung Arjuno sendiri adalah gunung yang berada di Jawa Timur, terletak bersebelahan dengan Gunung Welirang, termasuk Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Wilayah Taman Hutan Raya di kawasan gunung itu secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu. Hutan seluas 27.868,30 hektar itu terbagi sebagai Kawasan Hutan Lindung seluas 22.908,3 hektar, dan Kawasan Cagar Alam Arjuno-Lalijiwo seluas 4.960 hektare.
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.