4 Fakta Hoaks Bocornya Data KPU Hasil Pemilu 2024 : Okezone Nasional

  • 2 years ago
  • 1


JAKARTA – Sebuah video viral di media sosial, soal dugaan bocornya data Komisi Pemilihan Umum (KPU) hasil Pemilu 2024. Video tersebut diunggah di akun media sosial Twitter bernama pengguna @Bams2773559ø.

Pemilik akun tersebut membagikan video dengan keterangan, “INI DATA KPU HASIL PEMILU 2024 Luar biasa, negeri ini memang sakti, pemungutan suara belum dilakukan, hasilnya sudah ditentukan?* Berikut sejumlah faktanya:

1. Data Pemilu 2024 Diretas oleh Bjorka

Video yang diunggah tersebut memperlihatkan seseorang tengah mengakses data Pemilu 2024 yang diretas oleh Bjorka.

Data tersebut terdiri atas keterangan Tempat Pemungutan Suara (TPS), kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nomor kartu keluarga (KK) pemilih, nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat tinggal, usia, dan jenis kelamin.

2. Bareskrim Buru Pelaku Penyebar Hoaks

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memburu pelaku yang diduga menyebarkan hoaks kebocoran data Pemilu 2024. Langkah itu dilakukan setelah viralnya sebuah video hoaks ihwal kebocoran data Pemilu 2024.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait leabsahan video tersebut. Ia berkata, Bareskrim Polri bersama KPU tengah melakukan pencarian terhasap akun yang menyebar video hoaks tersebut.

“Kita juga sudah koordinasi dengan KPU untuk nanti melakukan profilling terhadap siapa yang mengupload pertama kali kebocoran data tersebut,” kata Adi saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Senin (1/5/2023).



Follow Berita Okezone di Google News

3. Pelaku Bakal Ditindak Secara Hukum

 

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid memastikan, pihaknya akan menindak secara hukum terduga pelaku bila ditemukan unsur pidananya.

“Pertama nanti dari laporan patroli siber akan dibuat laporan informasi, kemudian laporan informasi akan dilakukan penyelidikan apabila ditemdukan unsur pidana akan menjadi laporan polisi,” tutur Adi.

4. Imbauan bagi Masyarakat dalam Bermedsos

 

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid mengimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih berhati-hati dan bijak dalam bersosial media. Apalagi, menjelang Pemilu 2024.

“Pastikan medsos dimanfaatkan ke hal-hal yang positif. Sebagai contoh yang tadi, seorang peneliti BRIN (AP Hasanuddin) jatuh juga karena gara-gara ucapannya dia,” tutur Adi.

“Ya mungkin kita semua ga nyangka seseorang yang memiliki keilmuan dan terpilih menjadi salah satu peneliti, kata-katanya itu seperti orang yang tidak berpendidikan, menghalalkan darah sampai mengancam,” imbuhnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.




Source link

Join The Discussion

Compare listings

Compare
WeCreativez WhatsApp Support
Coba tanyakan disini
👋Halo, apa yang bisa kami bantu